TRENGGALEK – Bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan semangat pengabdian masyarakat di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule. Puluhan warga turun ke jalan untuk melaksanakan aksi gotong royong penambelan jalan berlubang secara swadaya pada Senin (23/02/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada titik-titik kerusakan parah di jalur utama desa yang sering menjadi akses vital bagi mobilitas warga sehari-hari, terutama menjelang arus mudik lebaran.
Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, para warga tampak antusias mengangkut material berupa pasir, semen, dan koral. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menutup lubang-lubang jalan yang selama ini dinilai membahayakan pengendara, terutama bagi para pedagang yang menuju pasar dan anak sekolah.
"Ini adalah inisiatif bersama. Kami ingin memastikan jalur transportasi di desa kami aman, apalagi nanti saat lebaran volume kendaraan pasti meningkat. Puasa bukan alasan untuk berdiam diri," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang bernama Bapak Ilyas Selaku Kepala Dusun Ponggok
Kegiatan ini murni lahir dari kesadaran kolektif. Selain tenaga, sebagian warga juga memberikan kontribusi dalam bentuk konsumsi untuk berbuka puasa bersama setelah kegiatan usai, serta donasi material secara sukarela.
Beberapa poin utama dari kegiatan ini antara lain:
Keamanan Berkendara: Mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang, terutama di malam hari.
Kelancaran Ekonomi: Mempermudah akses distribusi hasil tani dan dagangan warga.
Tradisi Gotong Royong: Mempererat tali silaturahmi antarwarga Karanganyar di bulan yang penuh berkah.
Aksi penambelan mandiri ini merupakan solusi jangka pendek yang diambil warga. Besar harapan masyarakat Desa Karanganyar agar kedepannya infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Pule, khususnya di pelosok desa, mendapatkan perhatian lebih lanjut untuk perbaikan permanen dari pihak terkait.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore ini ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan, membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat di Trenggalek.