Karanganyar ( 1 Mei 2026 ) – Masyarakat Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Desa yang dirangkaikan dengan upacara adat Murwakala (Murwokolo). Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini diikuti oleh ratusan warga setempat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.
Bersih desa bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan simbol pembersihan diri dan lingkungan desa dari segala energi negatif, serta doa bersama agar seluruh warga Desa Karanganyar diberikan keselamatan, kemakmuran, dan dijauhkan dari marabahaya (tolak bala).
Puncak kekhidmatan acara terlihat saat prosesi Ruwatan Murwakala dimulai. Tradisi yang identik dengan pergelaran wayang kulit lakon khusus ini digelar untuk meruwat warga, terutama mereka yang masuk dalam kategori anak sukerta (anak yang menurut mitologi Jawa perlu diruwat agar terhindar dari mara bahaya Batara Kala).
"Murwakala ini adalah warisan adiluhung. Selain melestarikan budaya, ada makna mendalam di dalamnya, yaitu memohon perlindungan kepada Yang Maha Kuasa agar warga Karanganyar dibersihkan dari segala rintangan hidup atau sengkala," ujar salah satu sesepuh adat Desa Karanganyar.
Dengan dipimpin oleh Dalang Ruwat yang berpengalaman, prosesi pemotongan rambut sedikit dan penyiraman air suci (banyu perwitasari) berlangsung penuh haru dan khusyuk.
Sebelum prosesi sakral dimulai, nuansa gotong royong sudah terasa sejak pagi hari. Warga dari berbagai dusun di Desa Karanganyar berbondong-bondong membawa ambengan atau tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya ke balai desa atau titik kumpul yang ditentukan.
Acara dilanjutkan dengan doa lintas tokoh agama dan tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan makan bersama. Tradisi kenduri ini mempererat tali silaturahmi antarwarga, meleburkan perbedaan, dan memperkuat rasa kebersamaan di Kecamatan Pule.
Tumpeng: Simbol hubungan manusia dengan Tuhan yang mengerucut ke atas.
Ayam Jago (Ingkung): Simbol kepasrahan dan keikhlasan hati.
Jajanan Pasar: Simbol keberagaman masyarakat yang saling melengkapi dalam harmoni.
Kepala Desa Karanganyar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah menyukseskan acara ini, baik secara materiil maupun tenaga.
Pemerintah Desa menegaskan bahwa kegiatan Bersih Desa dan Murwakala ini akan terus dijaga eksistensinya. Di tengah gempuran modernisasi, Desa Karanganyar membuktikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap menyala dan menjadi fondasi karakter masyarakat yang berbudaya.
Mari bersama-sama kita doakan agar Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, selalu gemah ripah loh jinawi, tentram rahayu, dan seluruh warganya dilimpahi keberkahan!
(Reporter/Kontributor Desa Karanganyar SUPRIANTO,M.A.P)