Inovasi Ketahanan Pangan: Desa Karanganyar Cetak Sawah Terpal di Taman Karang Sinawung
Karanganyar ( 3 Juni 2026 ) – Menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan pangan strategis, Pemerintah Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, menelurkan sebuah terobosan kreatif. Memanfaatkan lahan yang ada, desa ini resmi meluncurkan program Cetak Sawah Terpal yang dipusatkan di area ikonik desa, Taman Karang Sinawung.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari pemanfaatan Dana Desa untuk program ketahanan pangan nabati, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pertanian urban (urban farming) di lahan terbatas.
Cetak sawah terpal merupakan metode menanam padi dengan menggunakan media terpal sebagai wadah penampung air dan tanah, menyerupai kolam dangkal. Metode ini dipilih karena memiliki beberapa keunggulan spesifik yang cocok dengan kondisi geografis Kecamatan Pule yang berbukit:
Hemat Air: Air tidak mudah meresap ke dalam tanah bawah, sehingga konsumsi air jauh lebih efisien.
Pengendalian Hama Lebih Mudah: Posisi sawah yang terlokalisasi memudahkan pemantauan dan isolasi dari hama tanaman.
Pemanfaatan Lahan Marginal: Dapat diterapkan di lahan kering, berbatu, atau area semen yang tidak bisa ditanami secara konvensional.
Pemilihan Taman Karang Sinawung sebagai lokasi cetak sawah terpal bukan tanpa alasan. Lokasi ini sengaja dipilih agar program ketahanan pangan tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga memiliki nilai edukasi (agrowisata).
"Kami ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan itu bisa dimulai dari pekarangan rumah. Dengan menempatkannya di Taman Karang Sinawung, warga yang berkunjung bisa melihat langsung, belajar, dan mereplikasi sistem ini di rumah masing-masing," ujar salah satu pengelola program pangan desa.
Sawah-sawah terpal ini ditata sedemikian rupa tanpa merusak estetika taman, menciptakan pemandangan hijau mini yang unik di tengah area berkumpulnya warga.
Program yang melibatkan kelompok tani lokal dan unsur masyarakat Desa Karanganyar ini diharapkan dapat memicu kemandirian pangan tingkat keluarga. Hasil panen dari sawah terpal ini nantinya akan dialokasikan untuk pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam mendukung program penanganan stunting di tingkat desa.
Melalui sinergi antara ketahanan pangan dan pengelolaan ruang publik yang produktif, Desa Karanganyar membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk tetap berdaulat di sektor pangan.